APARATUR & PEMERINTAHAN DAERAH RAGAM SOSIAL & KEMASYARAKATAN Teknologi & Informasi

Cukup Banyak Potensi Wisata Di Kabupaten Bandung

Kang DS : ” Masyarakat diharapkan mengetahui Destinasi Wisata di Kabupaten Bandung

KAB. BANDUNG | MPN – Di Kabupaten Bandung ada 122 titik destinasi wisata dengan potensi sumber daya alam yang luar biasa.

Hal tersebut disampaikan Bupati Bandung H.M. Dadang Supriatna seusai melounching Aplikasi Pariwisata Kabupaten Bandung, yaitu Aplikasi BEDAS Smart Tourism, Program Ameng, dan Autlet UMKM yang dilaksanakan di Destinasi wisata baru Cicalengka Dreamland, Desa Tanjungwangi, Kec.Cicalengka , Kabupaten Bandung, Kamis (6/5/2021).

Aplikasi Smartphone City BEDAS

Dadang Supriatna mengatakan , dari sejumlah destinasi Wisata di Kabupaten Bandung sayangnya masyarakat belum semua mengetahui potensi dan lokasinya.

“Dengan adanya Aplikasi Bedas Smart Tourism, Program Ameng ( Aya saratus macem wisata engal) di Kabupaten Bandung dan Outlet UMKM di tempat wisata tentu saja diharapkan masyarakat bisa mengetahui berbagai potensi sumber daya alam yang sangat kaya di kabupaten Bandung” kata kg DS, sapaan Dadang Supriatna.

Lebih lanjut Kg DS menuturkan, adanya dukungan teknologi dan informasi sangat penting untuk daya saing dalam kepariwisataan baik di dalam maupun di luar. Melalui launching Aplikasi Bedas Smart Tourism, Program Ameng, dan Outlet UMKM ini bisa dimanfaatkan untuk mendapatkan informasi tempat-tempat wisata di Kabupaten Bandung.

“Bukan hanya tempat wisatanya, termasuk penginapan, reservasi online. Selain itu oleh-oleh khas para pelaku UMKM Kabupaten Bandung bisa didapatkan dan bagi para pelaku usaha UMKM bisa memanfaatkannya sebagai peluang dalam mengembangkan usahanya dan membangkitkan daya saing, pengusaha dan masyarakat menjadi subyek pembangunan bukan lagi obyek pembangunan, ungkap Bupati Bandung,” tuturnya.

Kang DS juga mengungkapkan, pemerintah tidak melarang total masuk ke tempat wisata, tetapi jangan sampai ada kluster baru virus Corona, karena itu dihimbau para pengelola wisata untuk tetap melakukan pengetatan terhadap semua pengunjung wisata dengan memperhatikan protokol kesehatan.

Sementara Ketua Tim Percepatan Pariwisata Kabupaten Bandung Ilham Sunaryanto, SE, menjelaskan bahwa di tengah pandemi covid-19 ini bukan persoalan untuk tetap membuka tempat wisata selama pengelola wisata melaksanakan protokol kesehatan, hadirnya Bedas Smart Tourism ini tidak hanya sebagai papan informasi saja tetapi lebih dari Aplikasi wisata, jika masuk ke Aplikasi ini bisa reservasi online, membeli oleh-oleh khas Kabupaten Bandung secara online, sehingga Bedas Smart tourism ini bisa menjadi wadah digitalisasi pembayaran.

“Jaman Digitalisasi adalah zamannya kolaborasi dan Bedas Smart Tourism untuk saat ini sudah memanfaatkan Traveloka dan bekerjasama dengan market place lainnya. Untuk yang tidak bisa mendownload Bedas Smart Tourism karena terlalu berat bisa melalui web dibuka klik bedastourism.go.id.” jelasnya.*(deli)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

five × four =