DAERAH EKONOMI PERISTIWA

Protes dengan Aturan Baru Perusahaan Pembiayaan yang Dianggap Sepihak, Nasabah ini Ditantang Berduel oleh Pegawai Leasing

Bandung, — Kamis (15/4/2021), akibat adanya peraturan baru yang dianggap oleh pihak nasabah hanya sepihak, yaitu  tentang penyimpanan barang jaminan (BPKB) di perusahaan leasing KP yang harus berbayar, telah terjadi percekcokan antara seorang nasabah berinsial AH dengan Koordinator Collection perusahaan ini yang berinsial AE.
Menurut AH, peraturan yang kini diterapkan oleh leasing KP sangat sepihak dan merugikan nasabah, “jadi jika kita menjaminkan BPKB di leasing KP ini bila sudah lunas cicilannya harus segera diambil, jika tidak nanti ada tambahan biaya yang menurut saya sangat besar. Biaya Rp.2000/hari dan maksimum Rp.2.500.000, bahkan sayapun dipinta Rp.400.000 dalam kurun waktu tertentu. Coba dikalikan berapa ribu nasabah KP, tentunya bisa mencapai ratusan juta bahkan milyaran’, sebutnya ketika mendatangi kantor leasing tersebut pada Rabu (14/4/2021) kemarin.
Yang jadi saya gak enak dan tersinggung berat, lanjut AH, ketikan saya komplen tentang aturan baru ini kepada pihak Leasing KP Cabang Ujung Berung yang ada di Jl.Cikadut Bandung, pihak KP yang diwakili Kordinator Collection bersama AE malah balik marah bahkan menantang saya untuk berduel atau berkelahi, harusnya seorang pimpinan kan tidak boleh begitu, apalagi yang dia hadapi kan seorang nasabah yang harusnya dihormati”, tegasnya.
Selanjutnya AH menceritakan kronologis kejadian sehingga bisa terjadi keributan ini, “Awalnya pada 2019 ketika saya
dalam kondisi membutuhkan uang untuk suatu keperluan keluarga, dimana pada suatu saat saya bertemu dengan teman lama kerja, dimana beliau salah satu kepala cabang suatu perusahaan pembiayaan (leasing) dan memberikan solusi untuk menjaminkan surat kendaraan bermotor yang saya punya, yaitu Honda Mega Pro tahun 2011.
Singkat cerita dapatlah pinjaman Rp.5 juta dan akad kredit disetujui dengan kedua belah pihak antara pihak Leasing KP dan saya pribadi dengan tenor 1 tahun dan saya lakukan cicilan sesuai kontrak sampai lunas bahkan katanya ada denda Rp.16.000 dan biaya administrasi Rp.6.000 total Rp.22.000,- dan sudah saya lunasi semuanya tanpa potongan.
Namun dikarenakan saya belum sempat untuk mengambil surat kendaraan dikarenakan suatu kesibukan,  dan pada Senin 11 April 2021 saya  menyempatkan waktu untuk mengambil surat kendaraan karena saya anggap sudah lunas, namun ternyata dari pihak leasing KP meminta kembali sejumlah uang sebesar Rp 400.000.
Dengan alasan penitipan surat kendaraan saya yang belum bisa saya ambil dan hal ini sangatlah jelas sangat merugikan pihak saya maupun customer yg lain yang tidak tau dengan hal dan kebijakan seperti ini, yang seharusnya ada pemberitahuan sebelumnya ,dan pada akhirnya pihak KP meminta waktu untuk deviasi atas pengurangan biaya penitipan BPKB yg belum diambil.
Namun setelah 3 hari ditunggu masih belum ada keputusan dan pada akhirnya setelah percekcokan dan perdebatan yg alot bahkan dari pihak leasing KP melalui  kordinator Collectionnya yang berinsial AE mengajak berduel keluar kantor namun tidak kita layani.
Seharusnya sebagai seorang pemimpin lebih bisa mengendalikan emosi dan lebih terkontrol dan sangat sangat kurang profesional dan terpuji, untuk itu berhati- hatilah bagi semua yg menjadi nasabah PT.KP yg merasa sudah lunas agar segera dibawa surat-suratnya karena ada biaya penitipan jaminan yg jumlahnya lumayan sangat besar”, tuturnya.(Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

5 × one =