DAERAH PERISTIWA SOSIAL & KEMASYARAKATAN

Usung Tema “Ngajaga Sarakan ku Pepelakan”, Angkatan Muda Siliwangi (AMS) Akan Gelar Kongres Nasional Ke – X di Bandung

Bandung, MPN — Minggu (11/4/2021), Angkatan Muda Siliwangi (AMS) yang bermarkas besar di Jl.Braga 25 A Kota Bandung Jawa Barat, tidak lama lagi akan menggelar Kongres Nasional Ke – X (Sepuluh), tepatnya Bulan Juni, bertempat di Bandung, dengan Tema “Ngajaga Sarakan ku Pepelakan”.
Hal ini terungkap saat Organisasi yang berdiri pada 10 November 1966 ini menggelar Konferensi Pers di Aula Kesekretariatan yang dihadiri Ketua Umum Drs.Noery Ispandji Firman, Ketua Harian Ruly Alfiandi, Ketua Panitia Kongres Ja’far Sidik, SE.,Sekretaris Panitia Arief Rangga Gumilang, SE.
Selain itu hadir pula puluhan pengurus Dewan Pengurus Pusat (DPP) AMS dan jajaran panitia Kongres Ke – X yang menurut Ketua Umum AMS sempat tertunda selama setahun karena adanya pandemi Covid 19 yang mendunia termasuk di Indonesia.
Menurut Noery pada Kongres ke – 10 ini AMS tidak hanya berfokus pada regenerasi kepemimpinan rutin, namun lebih dari seremonial itu, AMS merasa penting untuk ikut dalam pemecahan persoalan – persoalan bangsa hari ini.
“Dalam upaya itu semua di Momentum Kongres X AMS kali ini, kami mengambil sebuah tema besar yaitu “Ngajaga Sarakan ku Pepelakan” yang berarti dalam bahasa Indonesia yaitu “Menjaga Tanah Air dengan Perbuatan”, tidak cukup hanya dengan kata – kata.
Di samping tema besar dalam Bahasa Sunda tadi, kami juga mengajukan tema dalam bahasa Indonesia yaitu “Meneguhkan Implementasi Siliwangi sebagai Nilai Kepemimpinan Nusantara”, terangnya.
Adapun implementasi secara nyata di lapangan, setahun terakhir ini di masa pandemi Covid 19, lanjut Ketum, kami gencar membuat dan membina kelompok tani milenial hampir di setiap desa terutama di Jawa Barat, diantaranya di Sukabumi, Cianjur, Kab.Bandung, Sumedang, Tasik, Kuningan dan daerah lainnya.
“Kami bekerjasama dengan aparat kewilayahan dari bupati sampai kades untuk memanfaatkan lahan tidur untuk disulap menjadi lahan hijau yang bermanfaat, ada yang ditanami sayuran, cabe merah, jahe merah, asparagus dan lain – lain oleh Anggota AMS.
Selain itu kami kembangkan juga bidang perikanan, di Sukabumi ada anggota yang membuat tambak udang, di Kuningan pelihara lele dan daerah lainnya akan menyusul. Ini riil tidak mengada – ada, sudah disurvey oleh berbagai stakeholder seperti perbankan dan lembaga pendidikan serta penelitian.
Kami jadikan anggota yang tadinya tidak ada kegiatan akibat PHK karena Covid 19 jadi juragan – juragan di bidang pertanian dan perikanan, semua ini ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan anggota AMS juga membantu pemerintah dalam hal ketahanan pangan serta mengurangi pengangguran akibat dampak Covid 19″, papar Noery.
Menurut Ketua Panitia Ja’far Sidik, SE., Kongres X AMS ini akan digelar pada Juni mendatang dengan menerapkan protokol kesehatan ketat. Kongres akan dihadiri oleh perwakilan 27 Distrik AMS Se-Jawa Barat serta utusan dari 5 Provinsi diantaranya Jabar, Bali, Sumatera Utara, Banten dan Kepulauan Riau.
“Kongres ini bersifat nasional, karena dihadiri oleh berbagai Provinsi di Indonesia yang sudah ada Perwakilan AMS, Kita ini organisasi Buhun (baca : lama), dan anggotanya sudah ada di mana – mana dengan jumlah sudah diatas satu juta orang”, sebutnya.(Yusman)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

five + eleven =