HUKUM & KRIMINALITAS

Penegak Hukum Diharap Tegas Atas Dugaan Penyalah Gunakan Dana Desa di Lahan HGU

BANDUNG | MPN – Penggunaan Dana Desa (DD) yang diduga tidak tepat sasaran terungkap dengan adanya informasi dari masyarakat.

Tim investigasi kroscek ke lokasi Hak Guna Usaha (HGU) Perkebunan Teh Talun/Santosa PTPN XIII, Jl. Bbk Area Perk Teh Desa Santosa Kec Kertasari Kab Bandung.

Tim investigasi menemukan ada beberapa titik proyek pembuatan jalan Rabat Beton/Hotmix Jln terletak di lahan HGU Kebun PTPN XIII dengan sumber dana APBN-DD. Dari pelaksanaan proyek tersebut digunakan sebagai sarana pembangunan infrastruktur penunjang aset pemegang HGU.

Asep Kurnaedi Sebagai Sekretaris Desa setempat di ruangan kerjanya, Jum’at (09/10) menjelaskan, pagu anggaran DD yang diterima Rp. 1.250.598.000 TA 2020. Dana yang dialokasikan proyek jalan Hotmix Area HGU Rp. 400.000.000,-

Tahap 2, Proyek jalan Bbk HGU rambat beton Rp. 231.536.200,-. Tim Jurnalis mengungkap bahwa mengingat sumber dana yang digunakan untuk pembangunan jalan rambat beton dan hotmix adalah sumber APBN melalui program Dana Desa, di mana yang seharusnya dana desa itu digunakan untuk hal yang menjadi tanggung jawab dan kewenangan desa serta yang menjadi aset desa, bukan menjadi aset pemilik HGU. Dalam hal ini masyarakat sudah dirugikan mengingat pihak perusahaanlah yang seharusnya membangun infrastruktur di lahan Area lokasi Perkebunan Teh PTPN XIII.

Dengan adanya temuan Tim investigasi di lapangan, menurut Ahmad Wiganda Hakim, SH., Advokat media Mitra Polisi Nusantara, pelaksanaan pembangunan infrastruktur dengan sumber dana APBN Program Dana Desa, sangatlah bertolak belakang dengan aturan penggunaan Dana Desa (DD).

“Seperti yang telah diatur melalui Peraturan Kementerian Pedesaan Nomor 8 Tahun 2016 tentang perubahan atas PP Nomor 60 Tahun 2014 tentang Dana Desa yang bersumber dari APBN, Serta PERMENDES Nomor 21 Tahun 2016 tentang Penetapan Prioritas Penggunaan Dana Desa Tahun 2016 dan juga PP No 43 Tahun 2014 Pasal 19 Ayat 2 tentang Kewenangan yang menjadi tanggung jawab desa, tidak hanya itu pekerjaan diatas lahan HGU tersebut bertentangan dan melanggar Undang-undang Agraria No. 5 Tahun 1960 dan PP Nomor 40 tahun 1966 tentang HGU yang menyatakan bahwa sarana dan prasarana serta fasilitas umum menjadi tanggung jawab pemegang HGU,” jelas Achmad WH.

proyek pekerjaan Hotmix Jalan Sumber APBN Program DD sebesar Rp. 400.000.000,- di lahan HGU PTPN VIII. Foto : doc.

Tegas Achmad, diduga bahwa Kepala Desa Santosa Dorajatun, S.IP., telah melanggar aturan dan undang-undang yang telah dibuat pemerintah, karena proyek tersebut telah menyalahi aturan hingga dapat merugikan keuangan negara, dimana Dana Desa yang bersumber dari APBN seharusnya tepat guna dan bukan digunakan untuk menunjang aset perusahaan atau menjadi keuntungan bagi Korporasi PTPN XIII.

Untuk diketahui bersama bahwa Undang-Undang No, 6 Tahun 2014 yakni Pasal 29 tentang Larangan Kepala Desa sebagai berikut :
Merugikan kepentingan umum, Membuat keputusan yang menguntungkan diri sendiri, anggota keluarga, pihak lain, dan/atau golongan tertentu, Menyalahgunakan wewenang tugas, hak, dan/atau kewajibannya.

Adapun Beberapa titik hasil temuan dan investigasi di lapangan lanjut konfirmasi ke Sekdes Asep Kurniadi saat ditemui media, menjelaskan dengan real secara gamblang, dibuktikan baik secara lisan maupun tertulis antara lain menyebutkan, di area lokasi Afdeling Sukatinggal Santosa/Talun, proyek pekerjaan Hotmix Jalan Sumber APBN Program DD sebesar Rp. 400.000.000, diatas lahan Area Perkebunan HGU PTPN XIII Nusantara Jalan Perumahan Karyawan sebagai aset perusahaan. Di jalan Babakan Afdeling Santosa-Talun Proyek Rabat Beton volume 200 m Biaya Rp. 231.536.200.

Kesimpulannya dari kebijakan Kades Dorajatun, S.IP., bahwa pihak perusahaan Perkebunan Teh Santosa-Talun PTPN XIII sebagai pemegang HGU telah diuntungkan penikmat sumber APBN DD, dan hal ini tidak sesuai dengan aturan dimana semestinya pemegang HGU menjadi penyumbang atau berkontribusi terhadap APBN, diharapkan kepada aparat penegak hukum segera menindaklanjuti. Kita Tunggu!* (Tim MPN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

thirteen + 7 =